Senin, 17 Oktober 2016

me and my story

tanganku menggeser kursor mouse yang beraada di atas meja kerjaku. pagi ini masih sepi nasabah, jadi aku memiliki waktu untuk sekedar membuka internet. sudah lama rasanya aku tak membuka akun facebook. aku tersenyum sendiri melihat tingkahku dalam status dan komentar pada akun facebookku saat ABG dulu. hahaha. rasanya aku lupa pernah mengalami fase alay seperti itu. aku mengarahkan kursor ke menu foto. ah, kudapati potret diriku saat dulu. sangat berbeda dari sekarang. pantas saja sejak SD aku selalu menjadi bahan olok-olok teman-teman. ku lihat aku yang kusam, hitam, gendut dan tak terawat dengan PD nya terseyum dihampir setiap foto.
aku teringat, betapa sejak kecil aku begitu khawatir tak akan punya jodoh. sejak kecil aku takut tidak akan pernah menarik. puncak ketidak percayaan diriku mucul saat aku SMP. masa-masa dimana aku merasakan puber dan melihat setiap laki-laki menatapku seolah aku adalah sesuatu yang tak pantas dilihat dan juga masa-masa dimana untuk mendapat teman perempuan pun seedikit sulit. karena mungkin fasenya seperti itu, fase fisikisasi (apa sih).
tapi, setelah masuk SMA, perlahan kepercaaan diriku muncul. karena aku benar-benar mendapatkan teman-teman yang baik dan benar-benar tidak memandangku hanya dari fisik. nah, hal ini yang selalu membuatku rindu pada masa-masa SMA. selain itu, ekhm.. aku mulai memiliki cinta monyet yang aku lalui selama dua tahun (yuhuuu~ ternyata bisa laku juga). selain itu, aku juga pernah menolak cinta 2 orang teman sekelasku saat kelas X dan satu orang saat kelas XI (mulai so soan, ga ding. emang gada chemistrynya aja).
masuk kuliah, aku aktif dalam sebuah organisasi ekstra kampus dan sempat menjadi ketua untuk fakultasku. saat kuliah, memang bukan fase fisikisasi seperti masa SMP. saat kuliah, aku mudah mendapatkan teman, juga fans (ceilee pede nya sangat kebanyakan). saat kuliah, aku sempat pacaran dengan senior organisasiku, lalu dia selingkuh dengan temanku (yang jauh lebih cantik dari aku). setelah itu aku pernah juga pacaran dengan seniornya senior seniornya senior (maksudnya senior yang jauh diatasku) dan hampir menikah saat semester 5, tapi karena banyak perbedaan dan permasalahan yang akhirnya kami sepakat untuk tidak melanjutkan hubungan kami. terkahir, aku pacaran dengan laki laki yang menurutku tampan, kharismatik, romantis dan benar-benar mampu mewujudkan mimpi-mimpi aku. dimata dia, aku cantik walau dimata orang lain tidak. dia selalu memperlakukan aku sebagai wanita yang benar-benar wanita dan tak lama lagi kami menikah.
well, kehidupan memang penuh misteri dan tak bisa di ngawang ngawang. ketakutanku dulu, ternyata tidak terbukti. toh aku sampai saat ini masih memiliki sahabat yang luar biasa hebat dan tidak pernah pergi walau dalam kondisi apapun sejak SMA sampai sekarang. juga, aku memiliki pangeran yang persis seperti aku mimipikan ketika aku kecil dan aku pun tidak se"caludih" dulu. terimakasih Allah..
sip kembali ke halaman facebook-ku. setelah puas melihat ke tidak manisanku dulu. saatnya untag, delete photo (aku lakin itu bukan karena aku benci diriku sendiri tapi karena sering menjadi olok-olok teman-temanku saat ini) dan log out.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar